Bekas Deputi BI Pernah Bilang Jaksa Salman Terima Duit Rp 9 Miliar

17Aug08

Jika benar, maka kasus ini lebih menggegerkan dari suap Jaksa Urip Tri Gunawan. Bekas Deputi Gubernur BI Iwan Prawiranata pernah mengatakan kepada penyidik KPK bahwa Jaksa Salman Maryadi menerima uang senilai sembilan miliar rupiah. Luar Biasaa…

SAAT itu Salman Maryadi menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Dalam berita acara pemeriksaan. Iwan mengaku pernah menyerahkan uang sebesar 900 ribu dolar AS melalui seorang pengacara yang disebut sebagai peranta-ranya Jaksa Salman. Kejadian itu tahun 2003.

Uang dalam pecahan 100 dolar AS dan 50 dolar AS itu diserahkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Dia mengakuinya sebagai bagian bantuanhukunl dalam kasus BI dari total Rp 13,5 miliar. Dalam BAP tercatat. Iwan membuat pengakuan itu Senin, 4 Februari 2008 silam. Majelis hakim membacakannya di pengadilan Tipikor, kemarin. Ketika hakim mulai menanyakan bagian “penyerahan uang” tersebut. Iwan tampak gugup. Yaitu di BAP pada pertanyaan nomor 26 sampai 31. Lalu dia menyatakan mencabut keterangan tersebut. Majelis hakim I Made Hendra (MH) terlihat kurang percaya dengan pencabutan keterangan Iwan Prawiranata (IP).

MH  Pada BAP 4 Februari 2008, anda mengatakan pernah memberikan dana kepada Salman.

IP  Pernyataan itu sudah saya cabut

MH  Lho itu kan keterangan saudara?

IP  Sudah saya cabut

MH  Anda sebutkan Salmandiberikan uang 900 ribu dolar AS dalam pecahan 100 dan 50 dolar AS di Hotel Grand Hyatt

IP  Itu tidak benar. Saya tidak pernah berhubungan dengan orang itu. Saya hanya mengada ngada karena saya ingin (pemeriksaan) cepat selesai.

MH  Bagaimana yang benar?

IP  tidak ada

MH  (Apa) ini saudara ngarang satu BAP? Jadi satu BAPketerangannya salah semua? IP  (tidak menjawab) MH  Dalam poin 30 BAP. Anda kata kan memberikan uang kepada Salman melalui Hendrikus Menkes (pengacara). Lalu anda katakan hal itu telah dilaporkan ke Oey (Hoey Tiong). IP  Pernyataan im sudah sayacabut.

Meskipun Iwan mencabut keterangan itu, namun hakim tampaknya tidak percaya. Ketua Majelis Hakim Gus Rizal (GR) pun mcncecar kembali. GR  Anda mencabut BAP Februari 2008, nomor 26 sampai 31 anda cabut semua. Pemeriksaan dilakukan jam berapa? Berapa lama?

IP  Sore, 3 sampai 4 jam. GR  Kenapa saudara cabut? IP  Karena kondisi saya tertekan. GR  Inikan bukan pemeriksaanpertama?

IP  Ini kan ada proses. GR  Kok bisa anda begitu lancar mengarang. Tahu ada pertemuan. Danjumlah uang yang diberikan? IP  Itu kan mengada-ada. GR  Kalau mau cabut satu duapertanyaan (wajar), tapi sampai tujuh keterangan yang anda cabut. Apa anda tertekan oleh KPK saat pemeriksaan? IP  Tidak tertekan. Kondisi sayayang tidak stabil.

Lalu Iwan mengatakan dia punya penyakit darah tinggi sehingga bisa menyampaikan keterangan tidak benar.

Dalam persidangan itu, selain Iwan juga “hadir memberi kesaksian Paul Sutopo (bekas deputi gubernur BI), Hendro Budianto (bekas direktur pengawas BI) dan Sudrajat Djiwandono (bekas gubernur BI). Keempatnya bersaksi untuk terdakwa bekas gubernur BI Burhanuddin Abdullah.

Mereka mengakui telah menerima dana dari Bank Indonesia dan digunakan untuk biaya diseminasi kasus BLBI. Kecuali Iwan sebagian digunakan untuk keperluan pribadi. Paul Sutopo mengaku terima Rp 10 miliar. Hendro Rp 10 miliar, Soedrajat Djiwandono Rp 25 miliar dan Iwan menerima 13, 5 miliyar.

Iwan Prawiranata mengaku uang itu diamankan dalam bentuk deposito berjangka atas nama pribadinya sebesar Rp 850 juta, atas nama adiknya 147 dolar AS dan atas nama istrinya sebesar Rp 4.5 miliar. Selain itu. Iwan juga membeli rumah, apartemen dan tanah bangunan.

Pengamat hukum dari Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Suyanto Lonrang mengatakan meski pencabutan BAP merupakan hak seorang saksi, tapi jika mencurigakan patut ditelusuri hakim. “Dan kalau sampai ketahuan berbohong, dia bisa dipidanakan,” katanya, tadi malam.

Jaksa Agung Minta KPK Sebut

Bagaimana sikap Jaksa Agung? Hendarman Supandji mengaku akan “menginterogasi” langsung Salman Ma-riyadi. Salman saat ini menjabat sebagai direktur penuntutan Jampidsus.

Jaksa Agung mengancam, jika Sal-man terbukti ikut menerima uang, dia akan membatalkan rencana kenaikan jabatan. Kabarnya Salman memang saat ini sedang dipromosikan sebagai Kajati Sulawesi Selatan.

“Nanti saya akan tanya pada Pak Salman secara langsung, apa kamu pernah terima duit? Kalau dia jawab iya, saya akan memprosesnya secara langsung dan nggak akan saya jadi promosikan dia,” ujar Hendarman di kantornya, kemarin. Menurut Hendarman, promosi jabatan untuk Salman sedang diproses. Sebelumnya, dia sudah dinilai baik melalui proses profile assessment.

Hendarman mengatakan, sudah mengutus beberapa jaksa agung mudanya untuk menyelidiki track record calon Kajati pilihan.

“Saya tanya pada beberapa JAM, apakah dia (Salman) ada masalah PP 30 (aturan disiplincr bagi PNS). Apakah dia terlibat dengan aliran dana BI? Saya mendapatkan jawaban tidak dan belum. Berarti dia clear,makanya saya promosikan dia. Tapi kalau tcrnyata ada bukti, saya akan tindak dan untuk itu nggak usah tunggu lama-lama,” katanya.

Dia berharap KPK tidak menyembunyikan nama-nama tersangka penerima. “Kalau ada jaksa yang disebut terima uang silakan ditindaklanjuti. Sebut saja namanya. Pokoknya saya dukung. Kalau ada dokumen yang diperlukan kita akan berikan. Saya tidak ingin masuk, nanti dianggap tumpang tindih dan intervensi atau dianggap melindungi anak buah saya,” katanya. srf/ono

Sumber: Rakyat Merdeka, 14-08-2008

Advertisements


No Responses Yet to “Bekas Deputi BI Pernah Bilang Jaksa Salman Terima Duit Rp 9 Miliar”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: