Dugaan Suap Politik

20Aug08

Pada waktunya, Miranda diminta bicara.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa, terkait dengan pengakuan Agus Condro Prayitno. “Saya siap,” kata Tjahjo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

Agus adalah anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004 dari Fraksi PDIP yang mengaku menerima dana Rp 500 juta saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. “Agus Condro harus jujur menerima (uang) dari siapa,” ujar Tjahjo. Untuk itu, katanya, Fraksi PDIP akan segera mengirim surat panggilan kepada Agus Condro untuk dimintai klarifikasi. Menurut Tjahjo, pemanggilan secara resmi itu dilakukan karena pihaknya telah berkali-kali gagal menghubungi Agus Condro.

Saat diperiksa penyidik KPK pada 4 Juli lalu, Agus mengaku uang Rp 500 juta berasal dari Dudhie Makmun Murod, koleganya di Fraksi PDIP. Uang tersebut dise-rahkan di ruang kerja Emir Moeis, anggota Fraksi PDIP yang saat itu menjadi Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan.-Agus menyebut ada tujuh orang yang ada di ruangan tersebut.

Menurut Tjahjo, Emir dan Dudhie telah menghadap fraksi dan menyatakan tidak mengetahui apa yang dikatakan Agus. “Mereka membantah,” katanya. “Hanya Agus Condro yang merasa menerima.”

Emir menyatakan dirinya tak menerima uang sebagai imbalan untuk meloloskan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 8 Juni 2004 itu. Ia menuai pemberian uang itu tak masuk akal karena secara politik PDI Perjuangan mendukung Miranda. “Tanpa duit pun dia akan terpilih karena paling capable.”

Emir mengatakan penyerahan uang di ruang kerjanya pun mustahil terjadi. Selain ruangannya terlalu kecil untuk menampung tujuh orang, ia mengaku secara personal tidak dekat dengan Agus. “Kalau di ruangan kelompok fraksi, masih mungkin,” katanya.

Meski begitu, Emir menyatakan siap diperiksa oleh KPK jika diperlukan. “Pada waktunya Miranda juga harus memberikan penjelasan agar soal ini tuntas.”

Mengenai pengakuan Agus soal penyerahan uang itu dalam bentuk mobil Mercedes C200 dan Hyundai, juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resminya. “Agus belum melapor soal mobil yang katanya telah diserahkan ke KPK,” ujar Johan.

Menurut Johan, KPK baru menerima laporan pengembalian uang Rp 25 juta dari Agus Condro sebagai saksi dalam kasus aliran dana Bank Indonesia. “Ia mengaku menerimanya daii Hamka Yandhu.”

Sejauh ini Miranda belum bisa dimintai keterangan. Ia tidak mengangkat panggilan Tempo ketika dihubungi melalui dua nomor telepon selulernya.

“Kami belum dapat memberikan pernyataan resmi,” kata Direktur Perencanaan Strategis dan Humas Bank Indonesia Dyah NK. Makhijani. Pihaknya masih mengamati perkembangan kasus tersebut. icmi iwi nruno i chiu m/uwn i gwunto

Sumber: Koran Tempo, 20-08-2008

Advertisements


No Responses Yet to “Dugaan Suap Politik”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: