Dituntut 15 tahun: Urip “Yang Lain Juga Harus Diadili”

22Aug08

Urip Tri Gunawan, jaksa yang menjadi terdakwa dalam perkara dugaan penerimaan suap US$660 ribu dari pengusaha Artalyta Suryani dan Rpl miliar dari pengacara Reno Iskandarsyah, dituntut 15 tahun penjara. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, menyatakan, perbuatan Urip termasuk tindak pidana korupsi, seperti diatur dalam pasal 12 huruf b UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tuntutan 15 tahun untuk Jaksa Urip Tri Gunawan cukup tinggi. Bahkan ini tuntutan tertinggi yang pernah diberikan oleh jaksa KPK. Hal yang paling memberatkan adalah karena Urip seorang penegak hukum. “Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bisa merusak citra institusinya yakni Kejaksaan Agung,” kata Jaksa Penuntut Umum dari KPK Sarjono Turin dalam sidang dakwaan tersebut. Apalagi, Kejagung sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi.

Selain itu, tim JPU yang terdiri atas Sarjono Turin, Zet Tadung Allo, Dwi Aries Sudarto, laya P. Sitompul juga menuntut Urip membayar denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan. Dalam surat tuntutannya, tim JPU menguraikan, berdasar keterangan saksi yang dihadirkan di pengadilan, Urip terbukti menerima uang sebesar 660 ribu dolar AS dari pengusaha Artalyta Suryani pada 2 Maret 2008. Tim JPU menyatakan, uang itu diterima Urip karena jaksa itu telah memberitahu Artalyta Suryani tentang perkembangan penanganan kasus Bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menjerat Sjamsu) Nursalim. Artalyta adalah pengusaha yang dikenal dekat dengan Sjamsul Nursalim.

Menurut tim JPU, pemberian itu adalah imbalan dari informasi perkembangan penanganan kasus Sjamsul Nursalim, sehingga konglomerat itu tidak perlu memenuhi tiga panggilan pemeriksaan yang dilayangkan oleh Kejaksaan Agung. Urip adalah mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara BLBI yang menjerat Sjamsul Nursalim. “Dengan demikian unsur menerima sesuatu telah terpenuhi,” kata JPU Jaya P.

Terhadap tuntutan JPU, Urip mensinyalir ada pihak lain yang terlibat. “Yang lain juga harus diadili. Bukan hanya saya,” kata Urip saat diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dalam sidang di Pengadilan Tipikor.

Bapak dua anak itu juga menyatakan pameo yang digunakan Jaksa Penuntut Umum salah. “Jaksa bilang kalau ada pencuri kuda yang dihukum bukan karena mencuri kuda, tapi karena kuda yang lain biar tidak dicuri, ladi, saya dituntut bukan karena kesalahan saya Nanti akan saya buktikan dalam sidang selanjutnya,” lanjut Urip.*

Sumber: Harian Ekonomi Neraca, 22-08-2008

Advertisements


No Responses Yet to “Dituntut 15 tahun: Urip “Yang Lain Juga Harus Diadili””

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: