Miranda Masih Aman: KPK Tunggu Satu Alat Bukti Lagi

22Aug08

Pengakuan Agus Condro bahwa dirinya menerima uang Rp 500 juta sciclah terpilihnya Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom tidak membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak. Lembaga yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi itu belum memiliki rencana memanggil Agus maupun Miranda.¬† “Kami peduli dan profesional. Itu (uang Rp 500 juta. Red) lum ungkapan seseorang. Kami lihat nanti perkembangannya,” ujar Ketua KPK Antasari Azhar di gedung KPK kemarin (21/8). “Langkah kami ada. tapi masak kami beritahukan?” ujarnya ketika ditanya kapan akan memanggil Miranda.

Menurut dia, dalam pidana itu harus dilihat dua hal. Yakni, motif dan opzet (kesengajaan). “Dengan adanya statemen itu. kami lihat dulu,” katanya. Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah menambahkan, untuk menindaklanjuti pengakuan Agus Condro ke tingkat penyelidikan, sekurang-kurangnya harus ada dua alat bukti. “Sekarang baru pengakuan Agus saja. Itu pun disampaikan di media massa. Satu alat bukti itu bukan bukti.” jelasnya.

Sebelum menangani, kata dia, KPK akan mengevaluasi semua masukan yang ada. Menurut dia, uang yang diterima Agus tersebut sama sekali terpisah dari aliran dana BI yang berjumlah Rp 100 miliar. Sebanyak Rp 31,5 miliar masuk DPR dan kini sedang ditangani KPK. “Tampaknya ini memang bagian lain.Tapi, itii tadi, perlu bukti yang cukup dulu.” tegasnya.

Yang pasti, kata Chandra, yang harus dipahami adalah memilah dua unsur dalam kasus tersebut, apakah suap atau grntifikasi. “Kalau suap, pasti yang memberi mengharapkan sesuatu, sedangkan gratifikasi tidak mengharapkan apa-apa,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, kasus tersebut terungkap ketika Agus Condro memberikan kesaksian di bawah sumpah atas tersangka penerima aliran dana BI Hamka Yandhu. Pemeriksaan itti dilakukan untuk mengetahui kejelasan aliran dana BI kepada anggota DPR periode I999-2004.

Kasus aliran dana BI tersebut merupakan penyimpangan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Rp KK)miliar. Sebanyak Rp 31,5 miliar di antaranya mengalir ke Komisi IX DPR periode 1999-2004 dan Rp (i%5 miliar untuk bantuan hukum para mantan pejabat BI.

Waktu diperiksa KPK itulah Agus mengungkapkan bahwa dirinya tidak menerima uang Rp 250 juta dari Hamka Yandhu (seperti yang disebut Hamka), melainkan hanya Rp 25 juta. Yang mengejutkan, dia justru mengaku menerima Rp 500 juta dari kole-ganya. Dudhie Makmun Murod.

Kader PDIP tersebut menyebutkan uang Rp 500 juta itu tidak terkait dengan amandemen UU BI. melainkan diterima setelah pemilihan deputi senior gubernur BI yang dimenangkan Miranda Goeltom. Agus juga mengungkapkan bahwa sejumlah anggota DPR lain menerima dana tersebut.

Mcnurut Chandra, pengakuan Agus tersebut agak sulit bila disangkutkan dengan kasus yangmelibatkan Hamka dan Anthony Zeidra Abidin, tersangka penerima aliran dana BI yang kini sudah jadi tersangka. “Kasus Hamka dan Anthony sudah dilimpahkan ke pengadilan. Tentu sudah tidak ada panggil-panggil lagi,” ujarnya.

Pakar hukum Denny Indriyana mengungkapkan, belum dipang-gilnya Agus Condro tersebut bisa jadi merupakan strategi KPK untuk mengungkap lebih jauh kasus itu. Sebab, kata dia. KPK sedang mengembangkan metode plea bargain. Yakni, ada beberapa orang yangsengaja tidak diproses secara hukum, namun dengan catatan akan membongkar lebih jauh kasus tersebut. “Cara seperti itu sah-sah saja, tapi memicu kontroversi,” jelasnya.

Sementara itu. anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengungkapkan bahwa Agus memanfaatkan momentum pengusutan kasus aliran dana BI yang dilakukan KPK. “Dia mengaku sebagai pribadi. bukan atas nama partai . Itii menambah deretan kasus BI yang ditangani KPK,” ujarnya.

Jika terbukti, kasus yang membawa-bawa nama Miranda Goeltom itu akan menambah fakta tentang “kebiasaan” buruk BI yang melakukan political buying kepada DPR sejak I970. “Itu juga akibat independensi yang digunakan kebablasan.” tegasnya.

Menurut Adnan, pengakuan politikus PDIP tersebut semakin membuktikan kebobrokan anggota BI dan sistem yang lemari. “KPK seharusnya tak hanya menindak di BI. namun juga memberesi sistem tersebut.” ujarnya, (git/ein/nw)

Sumber: Indo Pos, 22-08-2008

Advertisements


No Responses Yet to “Miranda Masih Aman: KPK Tunggu Satu Alat Bukti Lagi”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: