Pengakuan Anthony Diusut

23Aug08

KPKmenindaklanjuti pernyataan tersangka aliran dana BI Anthony Zeidra Abidin yang mengaku diperas anggota BPK Baharuddin Aritonang dan Abdullah Zaini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji mengr usut kasus itu bila dalam penyelidikan ditemukan indikasi pidana dari pengakuan mantan anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu. “Kalau ada indikasi yang muncul kita akan lakukan pengumpulan data. Kalau memang ternyata kelihatan, baru penyidikan dan mengumpulkan alat bukti,” kata Ketua KPK Antasari Azhar di Gedung DPD seusai diskusi dalam J§idang .Paripurna Khusus DPD, Jakarta, kemarin.

Menurut Antasari, KPK menggunakan prosedur standar menangani setiap kasus dan bertindak profesional. Untuk itu, dibutuhkan bukti kuat tentang adanya pemerasan agar kasus itu bisa diusut. “Kalau kita abaikan maka KPK tidak profesional. Tidak bisa setiap muncul indikasi langsung tangkap,ini bahaya,” katanya. Sebelumnya, Anthony saat bersaksi di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi mengaku diperas Baharuddin dan Abdulah sebesar Rp500 juta. Mereka merupakan teman Anthony semasa duduk di Komisi IX DPR periode 1999-2004. Berdasarkan pengakuanWakil Gubernur Jambi itu, pemerasan pertama terjadi saat Anthony dan Hamka Yandhu dipanggil BPK untuk menjelaskan mengenai hasil audit staf pemeriksa keuangan. Saat itu keduanya diundang untuk berbincang di Restoran Basara, Gedung Summit EmasTower.

Di tempat itu, Baharuddin mengemukakan isi hatinya mengenai uang yang diterima Anthony dari Bank Indonesia (BI). Namun, Hamka yang juga bersaksi untuk terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menyangkal pernyataan tersebut. Pemerasan kedua terjadi saat BPK memerlukan dana untuk amandemen UU BPK. Waktu itu Wakil Ketua BPK Abdullah Zaeni, melalui Hamka Yandhu, meminta uang sebesar Rp500 juta. Namun, lagi-lagi Anthony tidak memenuhi permintaan tersebut. Menurut Anthony, dia tidak mampu untuk memberi uang sebanyak itu dengan gajinya yang hanya Rp6,5 juta per bulan.

Pengakuan Anthony itu pun telah dibantah Baharuddin. Dia mengakii tidak pernah melakukan pemerasan sepenTyangaituauhkan. D,a menilai pengakuan ini sebagai cobaan dan fitnah. Sejauh ini, kata Antasari, Baharuddin sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan dalam penyidikan kasus aliran dana BI. Se-karangkasustersebut sedang ditingkatkan ke tahap penuntutan. “Nanti di persidangan kita lihat, bukan tidak mungkin yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi di persidangan,” katanya.

Meski begitu, pengakuan Anthony menurut Antasari tidak cukup bagi KPK langsung mengusut dua anggota BPK tersebut. Sebab pengakuan itu belum memenuhi dua asas penegakan hukum, yaitu keterangan satu orang bukan saksi dan nilai, apalagi kata orang tidak bisa dijadikan alat bukti sebagai asas yang tak bisa dilanggar. “Cermatilah dan lihat apa yang kami lakukan,” katanya.

Ketua BPK Anwar Nasution menegaskan, pihaknya menyerahkan seluruhnya pada proses hukum dugaan pemerasan yang dilakukan kedua koleganya. Bahkan bila dirinya terbukti dan ada fakta yang jelas, juga dipersilakan untuk diproses. “Silakan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK Dwita Pradana menambahkan, Ketua BPK tidak dapat menindak anggota BPK, demikian juga sebaliknya. Sebab, ketua dan anggota memiliki keddukan dan kekuasaan yang sama, sehingga tidak ada istilah bawahan atau anak buah. Hanya, Anwar dipilih menjadi Ketua BPK.

Ketua Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta Denny Indrayana mendesak KPK menindaklanjuti keterlibatan dua petinggi BPK. “KPK sebenarnya sudah mengetahui perkara ini. Hanya, belum ingin menjadikan prioritas. Apalagi, banyak nama yang muncul dalam fakta persidangan. Saya harap KPK bisa lebih cepat menindaklanjuti ini,” kata Denny. Menurut Denny, kendati KPK belum memprioritaskan pemeriksaan pada dua petinggi BPK itu, pihaknya berharap ada perhatian dari lembaga pemberantasan korupsi. Apalagi, lanjut dia, Ketua BPK Anwar Nasution telah menyerahkan sepenuhnya dugaan keterlibatan dua anggotanya pada KPK.

(muhammad maruf/rijan irnando/m purwadi)

Sumber: SINDO, 23-08-2008

Advertisements


One Response to “Pengakuan Anthony Diusut”


  1. 1 Anthony Zeidra Abidin Memang Terima 500 Juta « Masyarakat Melawan Politikus Busuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: