KPK Tahan Bupati Yapen Waropen

31Aug08

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Yapen Waropen, Papua, Solleman Daud Betawi, Rabu (27/8). Penahanan dilakukan usai Daud menjalani pemeriksaan untuk pertama kalinya di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Dia merupakan tersangka kasus penyalahgunaan APBD Yapen Waropen tahun 2006 yang diduga merugikan negara Rp 8,8 miliar.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, alasan penahanan Daud sudah dipertimbangkan oleh penyidik dari berbagai aspek. “Tersangka sudah kita periksa di sana (Yapen Waropen) setidaknya dua kali. Untuk tahap pertama beliau ditahan selama 20 hari,” imbuhnya.

Daud diduga mengguna-kan dana APBD Yapen Waropen tanpa mekanisme pengelolaan keuangan, seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002.

Penyelewengan Daud, antara lain, dengan menampung anggaran APBD di dua rekening atas nama pribadi, sebelum diserahkan kepada yang berhak. Dikatakan, penyidik mengancam Daud dengan pasal-pasal penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Kuasa hukum Daud, Hendrikus Doni, berpendapat, ada kejanggalan dalam keputusan penahanan kliennya. “Pemeriksaan KPK juga belum menyentuh substansi perkara,” kata Hendrikus.

Secara terpisah, dua pejabat Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat (Jabar) didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang dapat merugikan negara mencapai Rp 8,3 miliar. Kedua pejabat adalah Asep Hartiyom-an dan Ade Kusmana.

Asep merupakan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen, sedangkan Ade adalah Ketua Panitia Pengadaan Barang Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Perikanan Tangkap tahun 2006 pada kantor Dinas Perikanan Jabar.

Tim Jaksa Penuntut Umum KPK yang diketuai Sarjono Turin mendakwa keduanya dengan pasal-pasal yang mempunyai hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tin-dak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8), jaksa menerangkan, Asep dan Ade secara bersama-sama dengan seorang pengusaha bernama David K Wiranata (berkas perkara disidangkan terpisah, Red), telah melakukan kegiatan pengadaan barang di Dinas Perikanan Jabar tanpa berpedoman pada aturan yang benar. Padahal, pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus sesuai dengan peraturan yang sudah ada. Jaksa melanjutkan, Asep dan Ade telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam proses pengadaan barang berupa 610 unit perahu nelayan, 291 unit mesin perahu, 952 unit alat tangkap, serta 60 unit rumpon. [M-17]

Sumber: Suara Pembaruan, 28-08-2008

Advertisements


No Responses Yet to “KPK Tahan Bupati Yapen Waropen”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: