KPK Punya Semua Bukti Pencairan

24Sep08

Agus Condro mulai membuka identitas 41 anggota DPR yang menerima cek perjalanan setelah pemilihan deputi gubernur senior (DGS) Bank Indonesia pada 2004. Sayang, dia tak menyebutkan rinci nama-nama rekannya di Komisi IX DPR periode 1999-2004 yang terindikasi menerima suap usai pemilihan yang dimenangkan Miranda Goeltom tersebut. Agus kemarin diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tujuh jam, pukul 10.30 hingga 17.30. Setelah pemeriksaan, kepada wartawan, dia membeberkan beberapa nama anggota DPR yang mencairkan cek itu.

Menurut dia, di antara 41 penerima cek tersebut, tujuh orang mencairkan sendiri, sepuluhorang menguangkan atas nama kerabatnya, dan sisanya 24 orang memakai nama orang lain. “Nama William Tutuarima dan Suwarno (mantan anggota Komisi IX DPR, Red) itu memang ada,” ujarnya di gedung KPK kemarin. William kemarin juga diperiksa KPK bersamaan dengan mantan kader PDIP tersebut. Sebagaimana diberitakan, Agus Condro mengungkap dugaan suap di Komisi IX DPR periode 1999- 2 0 0 4.

Dia mengaku menerima cek perjalanan semi ai Rp 500 juta setelah pemilihan DGS BI yang dimenangi Miranda Goeltom pada Juni 2004. Pengakuan tersebut ditindaklanjuti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Lembaga itu kemudian membeberkan 41 anggota DPR yang menerima cek tersebut untuk pemenangan Miranda. KPK memulai penyelidikan kasus cek itu sejak pekan lalu

Menurut Agus. KPK temyata memiliki bukti cukup lengkap tokan dengan kasus tersebut. Dalam pemeriksaan, politikus kelahiran Batang. Jateng, itu mengaku KPK menunjukkan fotokopi cek yang pernah diuangkan para anggota dewan. “KPK itu hebat. Buktinya, saya tidak perlu menambah bukti-bukti lagi,” ungkapnya.

KPK, kata dia, juga memiliki fotokopi KTP para pencair cek itu. “Bahkan, KTP saya yang pernah tertinggal di bank jugaada di sana. Ini nomor seri cek Bapak, ini KTP Bapak,” ujar Agus menirukan petugas KPK yang memeriksa dirinya.

Dia mencontohkan salah seorang koleganya. Emir Moeis (mantan ketua Komisi IX DPR), yang temyata mencairkan cek tersebut dengan nama sendiri. Semua bukti itu juga sudah dikantongi lembaga superbodi tersebut. “Saya kira Pak Emir itu orang kota. Temyata. udik juga seperti saya mencairkan cek sendiri. Dia tidak bisa bohong.” tegasnya.

Karena itu, lanjut Agus, dari-pada teman-temannya malu belakangan .dia berharap mereka mau mengembalikan uang tersebut. “Sudahlah, daripada malu, kembalikan saja uangnya.” katanya.

Terkait dengan nasibnya. Agus mengaku pasrah. “Kalau nanti jadi tersangka, juga tidak masalah. Masak terima uang Rp 500 juta tidak diproses,” ujarnya enteng.

Tapi, dia berharap, bila kasus tersebut diproses, 41 wakil rakyat yang pernah menerima cek itu harus merasakan beban yang sama.” Kalau 41 orang (jadi tersangka semua. Red), juga tidakmasalah,” ungkapnya. Meski membeberkan hasil pemeriksaan itu. Agus masih belum mau buka mulut tentang pemberi dana tersebut. “Kalau sumber dananya, saya tidak tahu. Takut ada yang menghilangkan barang bukti,” ucapnya. Beredar informasi bahwa dana yang dibagi-bagikan itu berasal dari PT First Mujur Plantation and Industry, Grup Artha Graha milik Tomy Winata.

Namun. Ketua PPATK Yunus Husein tidak mau berkomentar soal itu. “Waduh, mohon maafsaya tidak bisa jawab,” ujarnya. Seorang pejabat di Artha Graha menolak berkomentar soal dugaan keterlibatan First Mujur. Begitu pula dengan Wakil Komisaris Utama PT Bank Artha Graha Tbk Tomy Winata. Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, dia mengelak berkomentar. “Jangan gosip,” katanya singkat.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Agus Condro dan William kemarin merupakan pengumpulan bahan keterangan sebelum naik ke penyidikan. “Itu pengumpulan bahan keterangan saja,” jelasnya. Hal yang sama disampaikan Ketua KPK Antasari Azhar. Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR Priyo Budi Santoso menyatakan siap mendukung setiap langkah yang diambil KPK. Karena itu, dia memastikan tidak akan melindungi anggotanya yang tersangkut kasus aliran cek tersebut.

Sejumlah nama kader beringin memang disebut-sebut ikut menerima. Di antaranya, Marthin Bria Seram, Azhar Muchlis, Anthony Zedra Abidin, dan Bobby S. Suhardiman. Dua nama terakhir kembali duduk di DPR periode 2004-2009. “Saya belum dapat laporan rinci.Tapi, sudah tentu akan ada pemanggilan oleh pimpinan fraksi untuk meminta penjelasan. Mereka kan belum tentu ber-salah.” katanya. Dia juga menegaskan, selaku pimpinan fraksi, dirinya tidak bisa menjangkau kader Golkar yang sudah tidak duduk di DPR. Meski begitu. Priyo kembali menegaskan bahwa kali ini DPP Partai Golkar tidak akan memberikan bantuan hukum kepada kader-kadernya yang terindikasi menerima suap dalam pemilihan DGS BI.

“Kami harus pilah-pilah. Kalau ranah korupsi, kami ini bukan bungkcr perlindungan bagi para koruptor. Jadi, tidak bisa membantu apa-apa. Kecuali masalah yang berkaitan dengan kasus politik, baru DPP dan Fraksi melakukan pembelaan,” tegasnya, (fiit/yun/sof/pri/nw)

Sumber: Indo Pos, 23-09-2008

Advertisements


No Responses Yet to “KPK Punya Semua Bukti Pencairan”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: